Thursday, September 22, 2011

NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR

NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR

Sudah bukan hal aneh bahwa peredaran narkoba dikalangan pelajar kita sudah sedemikian parahnya, sehingga merusak generasi muda bangsa ini. Berdasarkan data hasil Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penggunaan narkoba tercatat sebanyak 921.695 orang atau sekitar 4,7 persen dari total pelajar dan mahasiswa di Tanah Air adalah sebagai pengguna barang haram tersebut. Hal ini harus menjadi kekhawatiran bersama bangsa ini dan bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan peran serta dari seluruh kalangan, khususnya para orangtua yang harus lebih waspada dengan pergaulan anak mereka.

Pergaulan remaja khususnya dikalangan pelajar saat ini bagi saya sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan, mulai dari peredaran narkoba dikalangan pelajar dan tentunya yang paling mengkhawatirkan juga adalah bahaya seks bebas dikalangan pelajar itu sendiri.

Saya yakin kita semua setuju bahwa semua tingkah laku yang baik harus berawal dari rumah, tempat mereka  berteduh dan bercengkrama dengan orangtua mereka, mereka harus bisa merasa nyaman di dalam tempat tinggal mereka , sehingga tercipta suatu ikatan yang baik antara orangtua dan anak mereka sehingga dengan keinginan dan kesadaran mereka sendiri menceritakan masalah atau persoalan mereka kepada orangtua yang mereka percayai bisa membantu menyelesaikan masalah mereka, yang notabene saya yakin masalah seputar pacar, pelajaran , di hukum oleh guru mereka dan masalah yang banyak di alami oleh remaja tersebut, yang mungkin bagi orangtua adalah masalah yang “ TIDAK PENTING ‘’ tapi cobalah selalu melihat masalah yang mereka hadapi dari sudut pandang mereka sehingga masalah tersebut menjadi  “ SANGAT PENTING ‘’ dan tercipta solusi dari masalah mereka.

Sebagian besar remaja / pelajar yang menggunakan NARKOBA adalah mereka yang hidup dari keluarga yang mampu, karena kadang kala para orangtua terlalu sibuk untuk bekerja, yang itu tidak bisa dikatakan salah, apalagi dengan keadaan negara kita yang makin carut marut ini menurut saya. Saya yakin bukan maksud orangtua menjerumuskan mereka pada situasi yang membingungkan bagi remaja itu sendiri, karena pada kasus seperti ini, kadang kala mereka juga aktif dalam pemikiran mereka, bahwa apabila orangtua mereka tidak bekerja maka mereka tidak bisa lagi merasakan segala fasilitas mewah yang mereka rasakan saat ini. Pada saat pemikiran ini terbentuk mereka terkadang memilih  cara yang mudah bagi pemikiran mereka, kebanyakan dari remaja ini sih yah seperti yang mudah dilihat di sekitar kita , mereka terkadang menjadi lupa diri, contohnya saja mereka memilih pergi ke mall / cafe bersama teman – teman mereka dan menghabiskan waktu hingga berjam – jam sekedar mencari teman ngobrol yang bisa membuat nyaman diri mereka, Saya juga setuju tidak semua dari mereka menggunakan waktu mereka untuk menggunakan waktu mereka untuk hal yang negatif. Tetapi apakah tidak lebih indah apabila mereka lebih memilih mengundanng teman mereka ke rumah dan mengobrol di depan kita apalagi sampai melibatkan kita mengobrol dengan teman – temanya sehingga secara langsung orangtuanya mempunyai opini dan melihat langsung pergaulan dari anak mereka. Indahhhhhnyaaaa........

No comments:

Post a Comment

Post a Comment